"Mendingan berbelanja di online aja," jelas pembaca detikFinance yang ditulis dalam fasilitas komentar, di Jakarta, Jumat (16/9/2011).
Hal ini cukup menggelitik terkait isu kenaikan tarif parkir mobil kembali digulirkan oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Handaka Santosa. Menurut Handaka, tarif parkir yang berlaku saat ini, Rp 2.000 per jam, tidak cukup untuk menutup beban operasional areal parkir pusat belanja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, secara umum keberadaan e-commerce bisa menjadi pelengkap keberadaan pusat belanja di Indonesia. Dengan kesibukan yang semakin tinggi, serta kemacetan yang bertambah parah, semakin sempit waktu untuk datang ke mal.
"Menurut kami, bukan pengganti mal. Justru substitusi. Khususnya di kota-kota besar dengan adanya kemacetan dan waktu yang semakin sibuk. Kami menawarkan hal itu," tuturnya.
"Dengan berbelanja melalui fasilitas internet, membawa produktivitas masyarakat semakin tinggi. Selain itu, dengan ini (e-commerce) membantu masyarakat yang ada di luar pulau Jawa. Karena sebelumnya mereka harus ke Jakarta dulu," ucap Dian.
Namun ada pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi para pelaku industri e-commerce, yaitu prinsip keamanan dalam berbelanja.
"Orang Indonesia berbelanja online cukup tinggi, namun dengan memakai situs luar (negeri). Makanya dia (masyarakat) lihat belanja online (situs dalam negeri) aman nggak? Aman kalau dengan otoritas terpercaya," ungkapnya.
"Untuk persaingan, kami melihat bukan pesaing. Masing-masing memiliki area sendiri. Plasa.com semacam department store, bukan mempertemuan merchant dan buyer. Jadi beda dengan yang lain," imbuh Dian.
(wep/hen)











































