Mediasi Karyawan Freeport Dibantu Kemenakertrans

Mediasi Karyawan Freeport Dibantu Kemenakertrans

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Sabtu, 17 Sep 2011 16:31 WIB
Mediasi Karyawan Freeport Dibantu Kemenakertrans
Jakarta - Demi mengatasi masalah mogoknya ribuan karyawan PT Freeport Indonesia terkait permintaan kenaikan upah kerja, pihak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menjadi mediasi antara pihak Manajemen perusahaan dan serikat pekerja.

Demikian disampaikan Ramdani Sirait, selaku juru bicara PT Freeport Indonesia kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (17/9/2011).

"Saat ini manajemen berharap perundingan dengan pihak karyawan bisa diteruskan, sekarang masih proses mediasi dengan Kemenakertrans di Jakarta," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah ada beberapa karyawan yang sebelumnya ikut aksi mogok dan telah kembali ke lokasi tambang Freeport di Tembagapura, Papua, namun operasi tambang masih terhenti. Pihak manajemen juga masih terus mencari jalan tengah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Pihak manajemen selalu mematuhi peraturan yang ada. Pada intinya, diusahakan agar bagaimana solusi ini bisa dicapai," harapnya.

Selain itu, dikabarkan olehnya bahwa pihak dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) juga melakukan pembicaraan dengan sejumlah musyawarah pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Jayapura, Papua untuk mencari solusi atas masalah ini.

Hal ini mengingat, Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh berencana mengadakan kunjungan ke Freeport seusai dirinya mengadakan jumpa pers terkait masalah tersebut kemarin, Jum'at (16/9/2011).

"Dari info yang disampaikan, mereka ke Jayapura. Menurut keterangan, mereka ingin bertemu dengan sejumlah unsur muspida dan masyarakat kemudian membahas solusi yang bisa dicapai," terang Ramdani.

Seperti diketahui, pada 15 September 2011 mengadakan aksi mogok di tambang PT Freeport, Tembagapura, Papua. Mereka meninggalkan area tambang dan serempak menuju Timika maka itu aktivitas pertambangan pun lumpuh.

Aksi mogok ini kembali digelar karena PT Freeport yang tidak pernah mengindahkan permintaan karyawan terkait kenaikan upah. Hal ini sudah terjadi beberapa waktu sebelumnya.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads