Demikian diungkapkan Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (17/9/2011).
"Jadi, seiring datangnya sebagian karyawan yang sudah kembali ke tambang Freeport, maka kita sudah mulai beroperasi lagi dan berproduksi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya juga menjelaskan, kegiatan tambang underground (bawah tanah) di Freeport pun sudah mulai bisa dilaksanakan kembali.
Seperti diketahui, total karyawan PT Freeport yang mulai naik dari Timika ke Tembagapura sampai hari ini sudah berjumlah 656 karyawan dengan menggunakan 15 bus pengangkut. Sempat dikabarkan, kegiatan tambang dikabarkan kegiatan tambang di sana masih belum berjalan.
Sebelumnya, aksi demo yang dilakukan ribuan karyawan Freeport di sana memang membuat kegiatan operasional tambang berhenti. Mereka berduyun-duyun meninggalkan lokasi tambang.
Diperkirakan, dengan adanya aksi tersebut,terjadi penurunan penjualan perusahaan hingga US$ 19 juta per hari. Lalu, pemerintah juga bisa kehilangan penerimaan bagi negara yang mencapai US$ 6,7 juta per hari jika kegiatan tambang berhenti.
Sampai saat ini, proses pencarian jalan tengah antara pihak Manajemen Freeport beserta serikat karyawan masih terus digodok dan dimediasi oleh pihak Kemenakertrans.
Pihak Freeport mengaku dan berjanji berupaya untuk menyelesaikan masalah pemogokan dan memberi segala kompensasi yang terbaik bagi karyawan.
(nrs/ang)











































