"Realisasi impor (mamin China dan Hongkong) Januari sampai Agustus 2011 US$ 22,1 juta turun 16,8% dibandingkan 2010 senilai, US$ 26,6juta," kata Sekjen Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI)Franky Sibarani kepada detikFinance, yang dikutip Senin (19/9/2011)
Tren penurunan impor mamin dari China dan Hong Kong itu berlawanan dari total realisasi impor mamin Indonesia selama periode Januari- Agustus 2011. Total produk mamin yang diimpor dari berbagai negara senilai US$ 155,7 juta atau naik 14% dari tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permendag ini, semakin efektif untuk mengendalikan masuknya produk impor mamin dari negara Cina dan Hongkong," jelasnya.
Ia menjelaskan penyebab susutnya mamin asal China dan Hong Kong juga antara lain pengawasan di pasar dalam negeri dan pembatasan pelabuhan masuk sehingga lebih ketat termasuk importir terdaftar (IT) juga dibatasi. Selain itu, harga produk mamin asal China dan Hongkong sudah tidak murah lagi dan masyarakat pun, lanjut Franky, sudah lebih kritis terhadap kualitas dan rasa terhadap produk mamin dari China.
"Kontribusi produk mamin dari China terhadap total impor, untuk periode Januari sampai Agustus 2011 saat ini tinggal 14,2%. Turun dari tahun sebelumnya 19,5%. Sementara (Mamin dari) Malaysia naik dari 17,5% 2010 menjadi 24,3% 2011," jelas Franky.
GAPMMI juga mencatat nilai total impor mamin yang masuk ke pasar dalam negeri pada Agustus 2011 hanya US$ 19,9 juta atau turun dibandingkan bulan Juni dan Juli 2011. Misalnya pada Juni impor mamin mencapai US$ 22,65 juta, Juli sempat naik jadi US$ 23,6 juta.
"Hal ini lebih karena Hari Raya Lebaran yang umumnya dilakukan libur bersama, sehingga aktifitas perdagangan juga turun. Jumlah hari kerja efektif, turun," jelas Franky.
Ia mengharapkan Permendag No 57/2010 dapat terus dipertahankan dan diikuti peningkatan pengawasan di daerah-daerah perbatasan. Hal ini karena di kawasan-kawasan tersebut masih banyak ditemukan produk mamin ilegal sehingg peran dan tanggung jawab Bea Cukai sangat ditunggu untuk mengatasi masalah klasik ini.
(hen/qom)











































