Menteri Pertanian Suswono mengatakan dari data selama 5 tahun terakhir yag terkena kekeringan ini mencapai 288.095 hektar. Namun yang sampai mengalami gagal panen atau puso sebanyak 50.068 hektar.
"Ini sebelum 2010. di tahun 2010 yang terkena capai 96.721 (hektar), tapi yang puso (puso karena banjir) hanya 20.856 (21%). Sampai akhir tahun ini, di 2011 ini sampai bulan Agustus ini data kita yang terkena 95.891, tapi yang puso 3.713 (3,87%). Jadi masih jauh di bawah 2010," jelas Suswono di kantornya, Ragunan, Jakarta, Senin (19/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PKS ini juga mengatakan lahan puso yang disebabkan oleh hama penyakit sampai 577.015 hektar. Tercatat sampai Agustus 2011, yang puso karena hama mencapai 35.454.
"Jadi kalau dilihat tadi angka puso dijumlahkan, itu berarti mencapai 53.000-an, jadi rata-rata nasional puso itu sekitar 100.000-an untuk lima tahun ke belakang, jadi kita sediakan anggaran kalau terjadi puso itu Rp 374 miliar," katanya.
Ia mengatakan dari dana Rp 2 triliun untuk siaga pangan ada Rp 374 miliat untuk bantuan langsung tunai bagi petani yang menderita gagal panen. Diantarannya untuk bantuan biaya pengolahan lahan puso Rp 2,6 juta per hektar, bantuan pupuk Rp 1,1 juta rupiah per hektar sehingga total per hektar Rp 3,7 juta ditambah pemberian benih gratis.
"Kita ada dana kontigensi di luar, ada Rp 2 triliun, itu masih ada cadangan yang bisa dimanfaatkan kalau terjadi ekses perubahan iklim, apakah kering atau banjir, nanti bisa dimanfaatkan," katanya.
(nrs/hen)










































