"Menurut saya, hanya enterpreneurship yang bisa mengubah bangsa ini menjadi makmur, dengan employment, dengan lapangan kerja yang hebat," ucap Ciputra usai penyambutan calon wisudawan Universitas Ciputra oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2011).
Menurut Ciputra, jumlah enterpreneur di Indonesia sampai saat ini baru 0,108% dari total penduduk. Indonesia membutuhkan 2% supaya perekonomian dapat tumbuh dengan baik. Namun, ia menyambut gembira munculnya para usahawan dari kalangan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menciptakan para enterpreneur itu, lanjut Ciputra dibutuhkan pendidikan. Seperti halnya di Kampus Universitas Ciputra, para mahasiswanya dididik untuk menjadi pengusaha. Mahasiswa sudah diharuskan membuka usaha ketika masih kuliah. Begitu mereka tamat, mereka sebisa mungkin tetap di jalur bisnis.
Selain kampus Surabaya, Ciputra menjelaskan ia juga terlibat dalam pendirian universitas antara lain Pembangunan Jaya di Bintaro, Universitas Taruma Negara, serta Universitas Prasetya Mulya. Dari berbagai kampus itu, telah diluluskan banyak sarjana. Untuk tahun ini Kampus Ciputra Surabaya akan mewisuda 280 mahasiswa.
Ciputra menambahkan, kendala yang masih dihadapi dalam mendidik para entrepreneur muda itu adalah kurangnya mentor. Calon pengusaha membutuhkan mentor untuk belajar sekaligus mempraktekkan enterpreneurship.
"Kita sudah melatih lebih dari 3.000 dosen-dosen dari universitas lain. Guru-guru sekolah dasar yang lain sampai SMA. Kita sudah mengirim lebih dari 20 dosen ke luar negeri untuk belajar enterpreneur," katanya.
(irw/dnl)










































