Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
"Saya melihat sebagai pengusaha bahwa krisis itu akan sangat berat dibanding 2008. Karena masalah yang paling utama itu yang krisis itu negara, dulu kan yang krisis sektor keuangan yang dimulai dengan Lehman Brother, itu perusahaan itu bisa ditutup semua, tetapi kalau negara kan nggak bisa ditutup," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa lihat rupiah kita melemah. Karena krisis yang di Yunani itu saya pikir tidak bisa bayar dan default. IMF dan Euro tidak membantu dia. Bagaimana kita kalau dia default. Kalau Yunani kena, bank-bank dari Prancis sudah kena, langsung turun harganya 8 persen segala macam," katanya.
Menurutnya solusi yang paling ampuh dari krisis saat ini dan kedepannya adalah menguasai pasar dalam negeri. Selain itu, terus mendorong infrastruktur di Indonesia agar geliat ekonomi bisa lebih tinggi.
Sofjan mengakui pertemuan kali ini merupakan pertemuan terbuka antara pengusaha dengan presiden. Pada kesempatan tersebut pengusaha menyampaikan uneg-uneg mereka termasuk kelemahan di pemerintahan pusat dan daerah.
"Dijanjikan akan bertemu 3 bulan sekali, kita bersama-sama hadapi krisis ini dan bagaimana kita kalau investasi luar negeri karena krisis ini terhambat atau tertunda. Kita dalam negeri harus investasi," katanya.
(hen/dnl)











































