Tifatul Ingin UKM Indonesia Jualan via Google

Tifatul Ingin UKM Indonesia Jualan via Google

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2011 13:53 WIB
Tifatul Ingin UKM Indonesia Jualan via Google
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring berencana promosikan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia melalui Google. Ia berharap, dengan cara ini UKM RI bisa cepat go international.

Demikian disampaikan Tiffatul saat ditemui di sela acara Indonesia Broadband Economy Forum 2011 di Ballroom Kempinski, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

"Dia (Google) mau investasi di sini, mau kerja sama, kalau kami mengarahkan ke UKM supaya produk-produk UKM dilakukan pemasaran melalui Google kan jadinya internasional. Kita kan punya banyak UKM. Saya sudah mengajak Pak Syarif Hasan (MenkopUKM) bertemu CEO Google," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiffatul optimis kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan asal California bisa segera terlaksana. Pasalnya,lanjut Tifatul, pihaknya telah mengadakan pembicaraan terkait rencana investasi tersebut dan telah membentuk tim untuk mengkaji mekanisne kerjasama yang akan menentukan nilai kerjasama.

"Ketahuilah yang namanya CEO kalau datang tidak basa basi, dia kan bukan diplomat dia pedagang. Ini sedang dibicarakan belum ada kata yes dan no. Jangan dibilangnya itu gagal karena menkominfo-nya dari partai politik. Jadi sekarang sedang dibentuk tim teknis tahu-tahu kok ada berita google batal, itu dari siapa? Timnya baru dibentuk," ujarnya.

Selain itu, lanjut Tiffatul, pihak Oracle juga sedang mengadakan pembicaraan untuk mengadakan investasi di Indonesia.

"Itu dia juga punya produk-produk software yang banyak di sini. Di Indonesia yang digunakan oleh termasuk Telkomsel, operator-operator telekomunikasi perbankan dan sebagainya. Jadi investasi bisa dalam bentuk pengembangan software di sini," ujarnya.

Dengan rencana tersebut, Tiffatul mengharapkan dapat memperluas lapangan kerja.

"Tapi kita minta seraplah tenaga kerja dari Indonesia. Dan gunakan developer-developer lokal jangan ambil dari luar terus. Ini kan untuk peningkatan devisa dan perluasan kesempatan kerja," pungkasnya.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads