"Mereka berinvestasi smelter nikel di Maluku nama perusahaannya Solway US$ 2-3 miliar itu cukup riil. Mulainya awal tahun depan," ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Economy Forum 2011 di Ballroom Kempinski, Jakarta, Rabu (21/9/2011).
Sementara untuk rencana pembangunan jalur kereta di Kalimantan yang mendapat halangan dari Gubernur, Gita menyatakan sudah menjelaskan hal tersebut kepada pihak Rusia. Dia memastikan akan mencari jalan keluar untuk masalah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain investasi dari Rusia, Gita yakin perusahaan asal California, Google, juga akan menanamkan investasinya yang cukup besar di Indonesia.
"Nanti mereka bikin PT Google Indonesia, punya kantor di Indonesia, bayar pajak di Indonesia, mendapatkan pendapatan di Indonesia, mempekerjakan orang Indonesia," ujarnya.
Keyakinan tersebut, lanjut Gita, berlandaskan besarnya pengguna internet di tanah air ini.
"Saya nggak tahu (berapa besarnya), tapi melihat dari pengguna Facebook nomor 2, twitter nomor 3, penetrasi nomor 1, itu luar biasa. Belum tahu (angkanya) tapi saya yakin akan besar sekali," tandasnya.
(nia/dnl)











































