Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik Diprediksi Capai 4,7%

Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik Diprediksi Capai 4,7%

- detikFinance
Rabu, 07 Jul 2004 14:27 WIB
Jakarta - Perekonomian negara-negara di kawasan Asia Pasifik tahun 2004 diperkirakan akan membaik dibanding tahun 2003. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik bisa mencapai 4,7 persen atau naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 3,6 persen.Hal ini disampaikan dalam diskusi mengenai prospek perekonomian Asia Pasifik yang menghadirkan pembicara M. Chatib Basri, Miranda S. Goeltom, Marie Pangestu dan dipandu ekonom CSIS Hadi Soesastro di Gedung CSIS, Jl. Tanah Abang III, Jakarta, Rabu (7/7/2004).Membaiknya perekonomian di kawasan ini lebih disebabkan oleh membaiknya perekonomian di Jepang, Cina dan Amerika Serikat, meski untuk tahun 2005 diperkirakan ekonomi akan kembali turun ke angka 4,4 persen.Menurut ekonom UI M. Chatib Basri, selain membaiknya perekonomian, tingkat inflasi di kawasan ini juga akan relatif stabil. Sedangkan, untuk ekspor rata-rata pada tahun 2004 akan tumbuh 9,9 persen, dan impor sebesar 10 persen.Menyangkut ekonomi Cina, ekonom CSIS Marie Pangestu menjelaskan, berdasarkan perkiraan dalam Pasific Economic Outlook, Cina akan mengalami soft landing dari pertumbuhan 9 persen tahun lalu menjadi 8 persen tahun ini, sejalan dengan keinginan Cina untuk menurunkan pertumbuhan ekonominya menjadi 7 persen.Dijelaskan Marie, dampak ekonomi Cina terhadap Indonesia saat ini tidak sebesar dampak ekonomi Jepang dan AS, sehingga jika ekonomi Cina batuk-batuk, maka ekonomi Indonesia tidak otomatis menjadi panas dingin meski saat ini pertumbuhan ekspor RI ke Cina cukup besar mencapai 23 persen, khususnya ekspor sumber daya alam.Meski demikian, lanjut Marie, pemerintah Indonesia harus memiliki strategi menengah panjang untuk menjalin hubungan dengan Cina, mengingat Cina saat ini merupakan negara yang masih dalam tahap pembangunan sehingga akan terus mencari sumber daya alam dari berbagai negara termasuk Indonesia. "Hal ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk menggenjot ekspor, sehingga surplus perdagangan bisa terus didapat," katanya. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads