Hatta: Kita Sedia 'Payung', Tak Ada Alasan Untuk Panik

Hatta: Kita Sedia 'Payung', Tak Ada Alasan Untuk Panik

- detikFinance
Kamis, 22 Sep 2011 14:21 WIB
Hatta: Kita Sedia Payung, Tak Ada Alasan Untuk Panik
Jakarta - Pemerintah meminta investor dan masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi kondisi ekonomi global yang bergejolak dan menekan nilai tukar rupiah serta indeks saham. Kebijakan antisipasi telah disiapkan.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

"Ada sejumlah alasan saya kita tidak perlu panik karena pertama kondisi fundamental ekonomi kita, kinerja pasar modal relatif terbaik kalau kita ukur artinya persoalan ini adalah persoalan global dimana ada kekhawatiran yang berlebihan dari para pelaku terhadap tren kemungkinan terjadinya penurunan pertumbuhan," tutur Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena alasan ini, Hatta berpesan agar masyarakat Indonesia dan investor tidak panik karena fundamental ekonomi Indonesia yang baik.

Lalu alasan kedua Indonesia telah mempersiapkan kebijakan antisipasi yang cukup baik dengan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Pemerintah menyiapkan juga dana untuk stabilisasi surat utang.

"Ketiga, saya melihat daya beli masyarakat kita cukup baik, sehingga kita tetap keep buying kepada pasar domestik kita dan bahwa yang namanya capital itu flight to quality," jelasnya.

Meski begitu, Hatta mengatakan pemerintah tidak mau meremehkan perkembangan situasi ekonomi global dan tetap waspada.

"Dan kita punya pengalaman buruk sekali di tahun 1998 dan pengalaman cukup baik di tahun 2008. Dan kita pada waktu itu 10 respons yang dikeluarkan presiden masih relevan dengan situasi-situasi seperti ini," jelasnya.

"jadi jangan terlalu panik. Ibaratnya kita tidak membentangkan payung saat tidak hujan tapi payung itu sudah ada di sebelah kita," katanya.

Seperti diketahui, mengikuti anjloknya pasar saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/9/2011) pukul 10.50 waktu JATS tercatat merosot hingga 180,846 poin (4,89%) ke level 3.516,648. Ini adalah posisi terendah IHSG sepanjang tahun ini.

Sementara nilai tukar rupiah masih tenang di posisi 8.950 per dolar AS berkat 'penjagaan' ketat dari Bank Indonesia. Namun untuk Non Deliverable Forward (NDF) rupiah terhadap dolar AS sudah di posisi Rp 9.300. NDF merupakan produk derivatif valas yang diperdagangkan secara over the counter.



(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads