Kawasan penambangan emas Gunung Pongkor, wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Bogor Jawa Barat sudah lama menjadi bahan perbincangan sebagai tempat mengadu nasib mencari keuntungan kilauan emas.
Wilayah ini terkenal dengan peristiwa-peristiwa tragis menimpa para penambang emas liar yang biasa disebut 'Gurandil'. Mereka kerap tertimbun tanah atau keracunan saat menambang emas ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikasi adanya deposit emas di Pongkor ditemukan oleh Unit Geomin pada tahun 1981 dan produksi dimulai pada 1994 setelah izin diperoleh pada 1992.
Manajer Pemasaran Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko mengatakan emas batangan Antam yang dijual setiap hari di Pulogadung sangat tergantung dari pasokan emas Pongkor. Setidaknya setiap bulan, kawasan tambang Pongkor menghasilkan 200 kg emas batangan yang dijual langsung di pasar dalam negeri.
"Stok emas setiap hari kita tergantung dikirim dari tambang emas Pongkor, pasokan dari Pongkor setahun bisa 2 ton, sebulan sekitar 200 kg. Atau kalau dijual per hari 10 kg," katanya.
Emas batangan itu juga disuplai dalam skala kecil dari tambang emas Cibaliung yang dikelola oleh anak perusahaan Antam, PT Cibaliung Sumberdaya. Tambang emas Cibaliung mulai beroperasi di Mei 2010 setelah diakuisisi dari ARC Exploration Australia pada 2009. Tambang emas Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah.
"Untuk yang kita jual di masyarakat dalam negeri dari Pongkor dan Cibaliung, dari Cibaliung sumberdaya tahap awal 500 Kg per tahun, lokasinya di Pandeglang, Banten," jelas Bambang.
Ia menjelaskan selama ini Antam juga melakukan pemurnian emas milik perusahaan tambang lainnya. Perusahaan tambang itu umumnya mengekspor ke pasar internasional setelah dimurnikan di pabrik Antam.
"Emas yang lain perusahaan tambang yang lain masuk kekita dimurnikan saja, dipisah emas dan peraknya, mereka jual sendiri untuk ekspor," katanya.
Produksi emas Antam pada semester I-2011 tercatat sebesar 1.241 kg dengan 974 kg berasal dari tambang emas Pongkor dan 267 kg berasal dari tambang emas Cibaliung. Volume produksi emas pada semester I-2011 lebih rendah 10% dibandingkan capaian semester I-2010 yang sebagian besar diakibatkan turunnya kadar bijih di Pongkor dibandingkan pada 2010.
(hen/dnl)











































