Hal tersebut ditegaskan Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai Salat Jumat di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/9/2011).
"Kawan-kawan kan lihat kalau saya melakukan rapat koordinasi jam 7, kawan-kawan bisa melihat menteri mana yang rajin, menteri mana yang telat datang, kawan-kawan bisa melihat yang mana yang rapat jam 7 datangnya jam 9, yang mana yang datang dan tidak pernah datang, kawan-kawan bisa mengabsen jada saya tidak usah ngasih tahu," jawab Hatta saat ditanya mengenai menteri ekonomi mana yang akan direshuffle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan yang telat, bukan ukurannya yang telat, artinya itu menunjukkan bahwa memang perlu ada satu tidak business as usual, kalau biasa bekerja 10 jam dalam kondisi bangsa seperti ini mbok ya ditambah lah empat jam lagi jadi 14 jam kira-kira gitu," pungkasnya.
(nia/qom)
