Setelah 2 hari tak berada di ibukota Jakarta, Presiden SBY langsung melakukan rapat terbatas (ratas) untuk membahas guncangan ekonomi global yang terjadi dan menekan indeks saham serta rupiah.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam rapat dibahas mengenai respons yang akan diambil pemerintah menghadapi perkembangan perekonomian global.
"Ini soal situasi global dan pengaruh terhadap ekonomi kita. Kita reponsif melihat perkembangan global," jelas Hatta saat ditemui di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau fundamental kita baik, kita kuat biayai pasar, kita percaya diri. Saya yakin akan kembali normal," jelas Hatta.
Meskipun begitu, Hatta mengatakan tidak akan meremehkan guncangan ekonomi global yang terjadi. "Tapi kita nggak perlu panik. Kita punya kesiapan dan cadangan yang cukup," kata Hatta.
Saat ini dolar sudah mereda di bawah Rp 9.000 dan pergerakannya sudah masuk dalam asumsi APBN.
Sebelumnya selama 2 hari, Presiden SBY berada di Jambi untuk kunjungan kerja. Sehingga baru saat ini pemerintah rapat membahas guncangan ekonomi global. (dnl/ang)











































