Sekretaris Kementerian BUMN Tak Tahu Kabar Mustafa Abubakar

Sekretaris Kementerian BUMN Tak Tahu Kabar Mustafa Abubakar

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 26 Sep 2011 11:38 WIB
Sekretaris Kementerian BUMN Tak Tahu Kabar Mustafa Abubakar
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar belum juga nongol dan beraktivitas, rapat anggaran Kementerian BUMN di DPR diwakili oleh Sekretaris Kementerian BUMN Mahmudin Yasin. Namun orang kedua di Kementerian BUMN ini tidak tahu kabar terakhir Mustafa.

"Waduh saya nggak tahu. Belum tahu. Masih di Singapura mungkin," ujar Yasin singkat ketika ditemui detikFinance di ruang Komisi VI Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2011).

Kabar terakhir pada Rabu (21/9/2011), Sekretaris Pribadi Mustafa Faisal Hilmi mengatakan kondisi Mustafa semakin mmebaik. Dokter pun sudah mengizinkan Mustafa untuk keluar dari rumah sakit National University Hospital, Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Faisal, meski sudah diperkenankan keluar dari rumah sakit, dokter meminta Mustafa menjalani rawat jalan sehingga belum bisa pulang ke tanah air.

Untuk sementara waktu, kata Faisal, mantan Dirut Perum Bulog itu bersama keluarganya akan mencari apartemen sewa dalam rangka menjalani rawat jalan tersebut. Apartemen itu diusahakan terletak dekat rumah sakit tersebut.

Selama masa pemulihan, Mustafa juga ditemani oleh beberapa anggota keluarganya, yaitu istri, anak dan menantunya yang dokter yang juga ikut merawat di Singapura.

Sebelumnya Mustafa dirawat di RS Medistra sejak Selasa 23 Agustus 2011 karena gangguan jantung. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengerahkan tim dokter kepresidenan untuk menangani kesehatan Mustafa.

Mantan Gubernur Aceh ini telah dibawa ke National University Hospital, Singapura sejak Selasa 30 Agustus 2011. Pria berumur 62 tahun itu dibawa ke Singapura untuk lebih intensif menjalani pemulihan pasca terkena serangan jantung.

Saat ini tugas Menteri BUMN diambil alih oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Mustafa pun dikabarkan akan terkena reshuffle yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden SBY.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads