Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di sela konferensi internasional 'Alternative Future to Meet Demand for Food, Fibre, Fuel dan REDD+' di Hotel Shangri La, Karet, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
"Sekarang waspada status kita, dulu cepat sekali masuk ke krisis kalau dilihat dari pergerakan saham dan SUN (surat utang negara) ya," kata Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, ujar Hatta, pemerintah terus memantau situasi ekonomi global khususnya Eropa dan AS mengenai cara mereka menangani perseoalan ekonomi yang tengah menghadang.
"Satu hal yang ingin saya jelaskan bahwa apabila itu (krisis) terjadi maka ekspor kita akan terganggu. Ekspor kita terhadap PDB rasionya terus menurun artinya pasar domestik kita besar sekali ini yang harus kita jaga. Inflasi kita jaga dan kita ekspansi perdagangan dalam negeri kita," kata Hatta.
Soal indeks saham dalam negeri, Hatta mengatakan penurunan yang terjadi sifatnya sementara karena fundamental ekonomi Indonesia masih bagus.
"Tapi kita harus waspada walaupun di 2008 kita bisa mengatasi dan lebih buruk dari sekarang ini dampaknya. Sekarang harus bisa kita atasi," tukas Hatta.
(dnl/qom)











































