IES merupakan badan yang berada di bawah naungan pemerintah Singapura yang mengkhususkan wilayah kerjanya pada pengembangan ekonomi eksternal. Melalui badan inilah, para pengusaha Singapura mendapatkan informasi mengenai kondisi pasar di luar negeri.
IES bertugas untuk mensuplai data dan informasi terkait situasi di luar Singapura. "Kami juga membantu mempromosikan pengusaha lokal yang akan membuka cabang di luar negeri," tutur Jannisa NG Manager Media Division IES.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jannisa mengatakan, Indonesia berada dalam urutan tiga sebagai negara tujuan para usahawan Singapura untuk mengembangkan usahanya. Di nomor urut pertama ada China dan di bawahnya ada Malaysia.
Dua negara tersebut menjadi favorit pengusaha Singapura karena kedekatan budaya dan Sejarah. Seperti diketahui banyak sekali etnis China di negeri yang awalnya didirikan sebagai daerah perdagangan Inggris ini.
"Kami pernah tergabung dalam satu negara dengan Malaysia, oleh karena itu kami memiliki kedekatan historis," tambah Jannisa.
Sedangkan dengan Indonesia, lanjut Jannisa, para pengusaha Singapura selama ini tidak jarang menemukan kendala. "Salah satu kendalanya adalah bahasa, karena kebanyakan orang Indonesia menggunakan bahasa," terang Jannisa.
Peranan IES dalam membuka cakrawala usaha di luar negeri diakui oleh Vice President restoran Cristal Jade, Stella To. Menurut perempuan yang usahanya sudah merambah Jakarta, Surabaya, Ho Chi Minh dan Tokyo ini, IES cukup berperan dalam memberikan informasi dan menyediakan partner dengan pihak negara yang akan dituju.
"Mereka yang memberikan informasi dan data. Tidak dipungut biaya," tuturnya.
(fjp/dnl)











































