Faisal Basri : Banyak Kementerian Korup, Reshuffle Harus Dilakukan

Faisal Basri : Banyak Kementerian Korup, Reshuffle Harus Dilakukan

- detikFinance
Selasa, 27 Sep 2011 16:52 WIB
Faisal Basri : Banyak Kementerian Korup, Reshuffle Harus Dilakukan
Jakarta - Pergantian susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan SBY segera dilakukan. Banyak pos-pos yang selama ini bekerja tidak maksimal, bahkan diindikasikan terlibat kasus korupsi.

Menurut Ekonom Faisal Basri, Presiden SBY sudah sepantasnya melakukan perbaikan. Utamanya pada susunan menteri dari tim ekonomi, seperti Menteri ESDM Darwin Zahedy, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Bahkan lanjut Faisal, separuh dari seluruh menteri KIB II harus dievaluasi kinerjanya. Selain Darwin dan Mustafa, pos kementerian lain yang sebaiknya diganti adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pimpinan Muhaimin Iskandar, Kementerian Pertanian pimpinan Suswono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini masih ditambah dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga pimpinan Andi Malarangeng, dan Kementerian Perhubungan pimpinan Freddy Numberi, serta Kementerian Kehutanan pimpinan Zulkifli Hasan.

"Hampir semua (Kementerian) korup. Setidaknya setengah menteri baunya (korupsi), terlibat skandal. Pertanian tidak jalan, olah raga, permasalahan TKI, perhubungan dan kehutanan," ungkapnya di Jakarta, Selasa (27/9/2011).

"Pak SBY ini, hanya sekedar main catur, atau mengatur untuk mencari orang yang kredibel. Masalahnnya bukan di menterinya, tapi di koalisinya," tegasnya.
Presiden SBY dipastikan akan me-reshuffle kabinetnya menjelang tahun ketiga pemerintahan keduanya. Saat membuka Munas Tarbiyah Islamiyah di Jambi beberapa waktu lalu, SBY mengaku akan melakukan reshuffle sebelum tanggal 20 Oktober.

"Karena saya ingin tiga tahun mendatang memiliki kinerja yang baik dan banyak yang kami lakukan sehingga reshuffle yang akan saya lakukan sebelum 2 tahun pemerintah ini 20 Oktober didasarkan pertimbangan yang rasional, merujuk pada kinerja dan integritas," kata SBY dalam sambutannya dalam acara Munas Tarbiyah, Kamis 22 September 2011 malam.
(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads