"Kita kan ada kontrak G to G, dengan Thailand, Vietnam. Jadi jangan terlalu khawatir," ungkap Hatta di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (28/9/2011) malam.
Menurutnya, Indonesia telah mencapai swasembada beras. Kebijakan impor beras semata-mata untuk jaga-jaga saat stok beras nasional berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikabarkan sebelumnya, pembatalan kontrak ekspor beras oleh pemerintah Thailand merupakan kebijakan dari Perdana Menteri yang baru negara gajah putih ini. Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, pembatalan ini juga terkait harga beras yang dianggap terlalu murah.
Atas kabar tersebut, Menteri Pertanian menanggapi dengan positif. Dengan demikian petani lokal akan menikmati kenaikan harga beras. Namun ada pekerjaan rumah dari Bulog untukk menyerap beras dalam negeri untuk memenuhi stoknya.
"Saya kira ada positifnya dan memang ada tren kenaikan harga sedikit. Tapi menurut saya toh petani yang menikmati. Kita tidak masalah," ucap Suswono kemarin.
(wep/ang)











































