Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (2/10/2011).
"Garuda siap memberangkatkan calon jemaah haji pada Minggu 2 Oktober 2011," ungkap Pujobroto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini Garuda Indonesia menerbangkan sebanyak 11 kloter yaitu masing masing satu kloter dari tiap embarkasi kecuali Makassar yang menerbangkan dua kloter dan Solo menerbangkan tiga kloter," tambahnya.
Pelaksanaan phase pertama (keberangkatan) penerbangan haji tahun 2011/1432H ini dimulai pada 2 Oktober hingga 31 Oktober 2011 sementara phase kedua (pemulangan) akan dilaksanakan pada tanggal 11 Nopember hingga 11 Desember 2011. Pada tahun ini penerbangan langsung ke Madinah hanya dilayani oleh embarkasi Jakarta (periode 1 - 19 Oktober 2011) , dan akan kembali pulang ke Indonesia langsung dari Madinah pada 29 Nopember hingga 11 Desember 2011.
Pada musim haji 2011/1432H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 113.903 yang tergabung dalam 299 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh (4.873 jemaah), Medan (8.500 jemaah), Padang (7.873 jemaah), Palembang (7.721 jemaah), Jakarta (23.016 jemaah), Solo (33.813 jemaah), Banjarmasin (5.680 jemaah), Balikpapan (5.876 jemaah) dan Makassar (16.551 jemaah).
Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011 ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar terdiri dari 3 pesawat B-747 (kapasitas seat 455), satu pesawat B-767 (325 seat), dua pesawat A330-300 (375 seat) dan delapan pesawat A330-200 (360 seat). Pesawat–pesawat tersebut rata rata berusia muda dan bahkan ada pesawat yang di produksi pada tahun 2009. Proses tender pesawat tersebut dilaksanakan secara terbuka dan transparan, dan diumumkan di media cetak nasional dan internasional.
Awak kabin yang akan bertugas dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011/1432H ini berjumlah 687 orang dan 622 diantaranya (91%) adalah awak kabin yang direkrut dari daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin asal daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian besar jemaah hanya mampu berbahasa daerah.
Lebih jauh Pojobroto menyampaikan, dalam kaitan dengan pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011/1432H ini, Garuda Indonesia menghimbau demi keselamatan dan keamanan penerbangan para jamaah dimohon agar tidak membawa barang bawaan berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, antara lain: kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray atau parfum dalam tabung semprot, dan lain-lain. Barang-barang elektronika juga harus dilepas dari baterainya.
Garuda Indonesia juga meminta jamaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah (menghindari) adanya perbuatan (tindakan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.
(dru/dru)











































