RI dan Slovakia Kerjasama Produksi Gandum

RI dan Slovakia Kerjasama Produksi Gandum

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2011 18:07 WIB
RI dan Slovakia Kerjasama Produksi Gandum
Jakarta - Presiden Slovakia Ivan Gasparovic pada 9-10 Oktober 2011 akan berkunjung ke Indonesia. Berbagai kerjasama akan dilakukan terutama kerjasama di bidang pertanian.

"Ini persiapan kunjungan Presiden Slovakia. Ada MoU bidang pertanian salah satunya. Ini fokusnya pada kerjasama penelitian gandum untuk produksi di Indonesia," kata Menteri Pertanian Suswono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, usai dipanggil Presiden SBY, Senin (3/10/2011).

Selama ini wilayah Indonesia yang beiklim tropis menjadi kawasan yang tak 'ramah' untuk budidaya gandum. Sehingga hampir 100% kebutuhan gandum dalam negeri diimpor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru itu menurut mereka ada benih yang bisa diaplikasikan di daerah tropis," jawab Suswono.

Dia menambahkan, kerjasama penanaman gandum ini belum dipastikan diterapkan untuk daerah mana saja. Namun ia memastikan akan ada penelitian kedua belah pihak terkait gandum ini.

"Belum (daerah mana saja), ini kerjasamanya nanti dari penelitian di sana dan Universitas Andalas nanti akan ditandatangani," kata Suswono

Di Indonesia, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) telah melakukan pengembangan gandum tropis selama 10 tahun terakhir. Pakar pangan dari India, Nagarajan pada tahun 1999 telah memperkenalkan varietas gandum tropis di Indonesia.

Lokasi penelitian pengembangan gandum tropis misalnya di dataran menengah seperti Karanglo Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah dan dataran tinggi Kopeng Salaran dan Piji Salatiga Jawa Tengah.

Hasilnya diketahui tanaman gandum tropis bisa diserang hama kutu daun, ulat pemakan malai, ulat penggerak batang, ulat tanah, dan orong-orong. Sementara tanaman gandum bisa diserang penyakit tanaman yaitu bercak jerawat hitam, penyakit layu, dan kudis malai.

Penanaman gandum di Indonesia sudah dimulai pada awal abad 20 secara terbatas di Jawa yaitu di Pengalengan, Dieng, Tengger, dan Amanumbang. Luas tanaman gandum di Indonesia tak pernah berkembang dan tak pernah melampaui luas lahan 2.000 hektar per tahun, saat ini bahkan saja tersisa beberapa hektar saja.

Penyebabnya pengembangan gandum di Indonesia tak berkembang karena tidak ada penampungan hasil gandum, tak ada upaya khusus dari pemerintah untuk mengembangkan gandum dan tanaman gandum ditanam di dataran tinggi sehingga harus bersaing dengan tanaman sayuran yang lebih menjanjikan.

(anw/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads