India Bersedia Ekspor Beras ke Indonesia

India Bersedia Ekspor Beras ke Indonesia

- detikFinance
Selasa, 04 Okt 2011 19:08 WIB
India Bersedia Ekspor Beras ke Indonesia
Jakarta - Pemerintah India mengizinkan Perum Bulog menyambangi negara mereka untuk mencari beras impor. India memiliki stok beras yang cukup dan memungkinkan mengekspor ke Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/10/2011) dalam acara The 1st Indonesia-India Bilateral Trade Minister's Forum.

"Kita sudah bicara secara umum, kalau dengan Thailand dan Vietnam kan kita beda, tidak butuh payung G to G. Tapi pada intinya, mereka (India) sewaktu-waktu dapat memutuskan, apakah mereka berdasarkan produksi, panen, dan sebagainya membolehkan ekspor beras," jelas Mari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari melanjutkan, bahwa pihak India saat ini memang memiliki stok beras yang cukup. Pihak India juga memperbolehkan kepada Bulog untuk langsung datang melacak beras di sana dan melakukan kesepakatan impor dengan skema B to B (business to business).

"Pemerintah India menyampaikan, bahwa mereka mau memfasilitasi Bulog untuk bertemu India yang ingin mengekspor berasnya," tambahnya.

Rencananya impor beras dari India untuk digunakan untuk memenuhi stok beras Bulog dan pemerintah untuk tidak diedarkan di pasaran. "Jadi ini untuk isi stok Bulog, jadi itu tidak beredar di pasaran. Itu nanti bisa dibutuhkan untuk OP (operasi pasar)," paparnya.

Ditegaskan olehnya, Bulog sudah diizinkan untuk meminta impor selain dari negara India. Pakistan pun juga masih menjadi pilihan bagi Bulog untuk mendatangkan beras ke Indonesia.

"Kita mendorong Bulog untuk melakukan penjajakkan dengan sumber lain. Bukan di saat ini tapi untuk ke depan, supaya kita banyak sumber beras ke depannya," ungkap Mari.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan bahwa urusan impor beras dari India atau negara seperti Pakistan tidak ada urusan campur tangan pemerintah.

"Itu urusan internal eksportir, itu merupakan asosiasi eksportir berasnya. Jadi nanti dia akan fasilitasi siapa yang akan mau kita temui di sana," katanya.

Menurut Gusmardi, India memiliki kebijakan buka tutup ekspor, dimana ketika saat terjadi kemarau panjang maka pihaknya tidak mengekspor produk pangannya. Negeri Hindustan itu akan memprioritaskan produksi pangannya untuk kebutuhan dalam negeri.


(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads