Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik para pengusaha yang hanya berorientasi ke ekspor barang mentah. Ini yang membuat Indonesia kaya sumber daya alam namun tak merasakan kenikmatannya.
Hal ini disampaikan oleh JK saat menjadi pembicara dalam pertemuan Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia, di Baruga Ahmad Amiruddin, Universitas Hasanuddin, Makassar, jumat (7/10/2011).
Menurut JK, harusnya para pengusaha bisa menciptakan nilai tambah terhadap produk-produk sumber daya alam di Indonesia dan tak hanya memikirkan ekspor semata saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung soal krisis utang di Eropa yang sudah terasa di Indonesia. Hanya saja, lanjut JK, efeknya akan berbeda dan tidak separah dengan yang terjadi di Eropa.
"Krisis yang terjadi di Eropa pasti terasa di Indonesia, tapi efeknya berbeda, karena dapat menurunkan ekspor dan harga-harga saham, tapi tidak separah yang terjadi di eropa, kita (Indonesia) bisa tahan itu," pungkas JK.
Dalam pidatonya, JK menyebutkan Indonesia mampu membendung dampak dari krisis ekonomi global tersebut. Selain itu, Indonesia juga masih mampu bertahan seandainya diembargo oleh negara-negara lain. Hal tersebut dikarenakan kekayaan sumber daya alam Indonesia, yang tidak dimiliki negara-negara lain.
(dnl/ang)











































