Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan ia akan hadir dalam acara tersebut yang akan diselenggarakan 14-15 Oktober 2011 mendatang di Malaysia.
Dalam forum tersebut, lanjutnya, pemerintah Indonesia bersama kesembilan negara ASEAN lainnya akan membahas dua isu penting. Pertama, terkait dengan pengurangan perbedaan pembangunan antarnegara ASEAN dan arsitektur baru regional ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, pembahasan terkait pengurangan gap ini belum pernah dilakukan bahkan pada ajang setaraf G-20.
"Di G20 juga baru dibicarakan soal equitable development, selama ini kita hanya bicara soal new architecture, growth, tapi jarang membicarakan soal bagaimana mengurangi kesenjangan pembangunan antarnegara. Dalam konteks ASEAN kita juga bicara itu," jelasnya.
Hatta menilai salah satu cara guna mengurangi gap tersebut adalah pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dilakukan pemerintah Indonesia.
"Salah satu instrumen yang kita ajukan adalah financial conclusion, UMKM, di Indonesia disebut KUR. Kita bersyukur kita bisa menyediakan dana sampai Rp 30 triliun pada tahun depan," katanya.
Sayangnya, lanjut Hatta, tidak semua negara memiliki instrumen tersebut. "Tapi ada di negara-negara lain belum tentu memiliki funding, belum tentu memiliki biaya, belum tentu memiliki dana. Oleh karena itu, kemiskinan perlu didekatkan dengan pembiayaan seperti tadi. Pertanyaannya bagaimana membiayainya. Negara-negara ASEAN perlu memikirkan itu," pungkasnya.
(nia/hen)











































