RI Pamer Kesuksesan Program KUR ke Negara-negara ASEAN

RI Pamer Kesuksesan Program KUR ke Negara-negara ASEAN

- detikFinance
Jumat, 07 Okt 2011 14:35 WIB
RI Pamer Kesuksesan Program KUR ke Negara-negara ASEAN
Jakarta - Pemerintah memamerkan 'keberhasilan' program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada negara-negara ASEAN. Program KUR akan menjadi salah satu bahasan di ASEAN Economic Community Council.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan ia akan hadir dalam acara tersebut yang akan diselenggarakan 14-15 Oktober 2011 mendatang di Malaysia.

Dalam forum tersebut, lanjutnya, pemerintah Indonesia bersama kesembilan negara ASEAN lainnya akan membahas dua isu penting. Pertama, terkait dengan pengurangan perbedaan pembangunan antarnegara ASEAN dan arsitektur baru regional ASEAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama equitable development, ini menyangkut mengurangi development gap antarsesama negara ASEAN. Ini masih ada perbedaan pandangan dengan Singapura soal terkait itu," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Menurut Hatta, pembahasan terkait pengurangan gap ini belum pernah dilakukan bahkan pada ajang setaraf G-20.

"Di G20 juga baru dibicarakan soal equitable development, selama ini kita hanya bicara soal new architecture, growth, tapi jarang membicarakan soal bagaimana mengurangi kesenjangan pembangunan antarnegara. Dalam konteks ASEAN kita juga bicara itu," jelasnya.

Hatta menilai salah satu cara guna mengurangi gap tersebut adalah pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dilakukan pemerintah Indonesia.

"Salah satu instrumen yang kita ajukan adalah financial conclusion, UMKM, di Indonesia disebut KUR. Kita bersyukur kita bisa menyediakan dana sampai Rp 30 triliun pada tahun depan," katanya.

Sayangnya, lanjut Hatta, tidak semua negara memiliki instrumen tersebut. "Tapi ada di negara-negara lain belum tentu memiliki funding, belum tentu memiliki biaya, belum tentu memiliki dana. Oleh karena itu, kemiskinan perlu didekatkan dengan pembiayaan seperti tadi. Pertanyaannya bagaimana membiayainya. Negara-negara ASEAN perlu memikirkan itu," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads