Pengacara 7 eks karyawan Mandala, Muhamad Halim mengatakan saat ini dari 402 eks karyawan terpecah sikapnya terkait masalah pesangon. Klien yang ia wakili adalah kelompok yang paling mendesak agar pencairan pesangon segera dicairkan oleh manajemen Mandala.
"Jumlahnya beragam tergantung masa kerja dan jabatan ada yang Rp 50 juta ada yang sampai 150 juta, tapi kalau rata-rata Rp 80 juta (per orang) maka total pesangon dengan 400 orang sekitar Rp 30 miliar. Jumlah yang menerima terbanyak di bawah Rp 100 juta," kata Halim kepada detikFinance, Senin (10/10/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok ini yang jumlahnya lebih besar," katanya.
Ia menjelaskan sejatinya pesangon sudah dicarikan pada Agustus 2011. Hal ini sejalan dengan kesepakatan bersama antara manajemen dengan eks karyawan pada April lalu yang intinya akan ada pencairan pesangon selama 90 hari.
"Seharusnya sejak April 2011 selama 90 hari kerja sekitar 4 bulan, Agustus seharusnya sudah clear. Sampai saat ini belum cair, secara hukum ini wanprestasi," katanya.
Menurutnya manajemen Mandala beralasan belum cairnya uang pesangon karena meskipun sudah ada perjanjian penyertaan modal 23 September 2011 lalu, pihak manajemen masih tersendat mendapatkan dana tersebut.
Selain masalah pesangon, Halim mengatakan ada masalah pembayaran Jamsostek yang tak dibayarkan oleh manajemen selama 4 bulan hal ini terkait keuangan Mandala. Selama ini kata dia, pembayaran Jamsostek dibayarkan melalui pemotongan gaji karyawan.
Sebelumnya pemilik kelompok usaha Saratoga Sandiaga Uno mengatakan pihaknya dan Tiger Airways siap mengoperasikan kembali Mandala Airlines sebelum libur akhir tahun. Dana US$ 250 juta disiapkan untuk membeli 5 pesawat baru dan menyewa 5 pesawat.
Seperti diketahui, Mandala Airlines berhenti operasi 13 Januari 2011, akibat kekurangan dana operasional dan menumpuknya utang hingga mencapai Rp 2,4 triliun. Jumlah utang Mandala Airlines mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.
Berhentinya operasional Mandala sempat mengejutkan karena sebelumnya maskapai ini sempat mencuatkan berbagai rencana ambisius.
Berbulan-bulan Mandala harus melakukan negosiasi restrukturisasi utang dengan para krediturnya, termasuk pada pemegang tiket yang meminta refund. Pada Maret lalu, restrukturisasi utang sudah tercapai dan Mandala menggaet investor baru.
(hen/dnl)











































