Petani Kentang Desak Menteri Perdagangan Turun

Petani Kentang Desak Menteri Perdagangan Turun

- detikFinance
Selasa, 11 Okt 2011 10:51 WIB
Petani Kentang Desak Menteri Perdagangan Turun
Jakarta - Ribuan petani kentang hari ini menggelar demo memprotes membanjirnya kentang impor. Selain mendesak menyetop impor kentang, mereka juga meminta agar menteri perdagangan turun dari jabatannnya.

Stop Impor Kentang ! Tegakkan Kedaulatan Pangan !

Turunkan Menteri Perdagangan !

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidup Petani Kentang Lokal !

Demikian beberapa aspirasi yang disampaikan oleh para petani kentang yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI), saat berdemo di kantor kementerian perdagang, JL Ridwan Rais, Jakarta.

Para petani kentang ini menyesalkan sikap pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang membebaskan kentang impor masuk Indonesia sehingga menyebabkan harga jual kentang dalam negeri anjlok. Perwakilan SPI, Henry Saragih mengungkapkan sejak pertengahan September 2011 harga jual kentang sayur ditingkat petani anjlok hingga 50%.

"Petani disentra produksi seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah banyak yang mengalami kerugian," kata Henry ketika ditemui detikFinance disela orasinya di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Menurut Henry ada laporan dari petani kentang di Sulawesi Selatan, mengalami hal yang sama. Merosotnya harga kentang, sambung Henry, dikarenakan masuknya kentang dari China dan Bangladesh.

"Normalnya harga kentang di dataran tinggi Dieng mencapai Rp 5.500-Rp 6.000/Kg sekarang hanya Rp 4.000/Kg. Sementara kentang impor hanya Rp 2.500-Rp 3.500/Kg," paparnya.

Lebih jauh Henry mengatakan banyak petani di Dieng yang terlibat utang untuk membayar bibit, pupuk dan pestisida. Biaya modal untuk satu hektar lahan kentang adalah Rp 54 juta.

"Kasus kentang impor dari China dan Bangladesh tidak bisa dilepaskan oleh implementasi kebijakan liberalisasi pasar pertanian yang dihasilkan dari perjanjianj WTO maupun FTA (free trade agreement)," tuturnya.

Para petani kentang yakin mampu memenuhi kebutuhan kentang dalam negeri, tanpa harus memasukan kentang impor dari dalam negeri.

"Kami yakin bahwa petani Indonesia di sentra-sentra produksi kentang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara mampu memenuhi kebutuhan kentang dalam negeri," katanya.

"Saatnya hentikan impor kentang !," tegas Henry kembali.

Dipaparkan Henry, konsumsi kentang nasional saat ini sekitar 2.028 Kg per kapita atau sekitar 479.000 ton per tahun.

"Kita bisa memenuhinya asalkan pemerintah memastikan ketersediaan lahan, terjaminnya kualitas dan kuantitas benih, infrastruktur dan teknologi pertanian, kestabilan harga kentang serta perlindungan harga jual balik," jelasnya.

Dalam orasinya Para Petani Kentang mendesak dan menuntut kepada :



  • Menteri Perdagangan untuk menghentikan impor kentang.
  • Menteri Pertanian agar memastikan ketersediaan benih kentang lokal yang berkualitas
  • DPR RI agar mendesak Mendag untuk mengeluarkan kebijakan larangan impor pangan
  • Presiden RI untuk memenuhi 16 tuntutan yang disampaikan dalam Hari Tani nasional dimana salahs atunya mengesahkan PP reforma agraria yang memastikan tanah untuk petani kecil.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads