Freeport Tetap Berproduksi di Tengah Konflik

Freeport Tetap Berproduksi di Tengah Konflik

- detikFinance
Selasa, 11 Okt 2011 18:07 WIB
Freeport Tetap Berproduksi di Tengah Konflik
Jakarta - Meski kisruh masih memanas karena pemogokan kerja hingga bentrok yang memakan korban, namun Freeport masih berproduksi.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).

"Sejauh ini Freeport masih terus berproduksi. Kita concern, dengan adanya kejadian belakangan ini, Freeport jangan sampai berhenti beroperasi," tanggap Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darwin melanjutkan, berdasarkan laporan yang diterimanya jumlah bijih tembaga yang ditambang hingga saat ini berkisar 232.500 ton. Sementara itu, bijih yang masih diproses mencapai 218.500 ton.

"Konsentrat yang dihasilkan sejauh ini sekitar 6.200 ton. Jadi artinya, kegiatan produksi saat ini masih berlangsung. ESDM tidak konsen pada substansi keamanan, tapi lebih ke produksi," ungkapnya.

Terkait adanya masalah pemogokan kerja karyawan Freeport yang belum menemui titik temu diserahkan kepada pihak Kemenakertrans. Sedangkan masalah kemanan yang memanas di tambang tersebut beberapa hari ini juga diserahkan kepada pihak Kemenkopolhukam.

"Kami terus buat forum lintas sektoral antara kementerian tersebut. Ini di bawah koordinasi Menkopolhukam. Tiap minggu ada rapat boleh dikatakan. Memang ini bukan hanya menyangkut produksi, tapi juga menyangkut upah, dan keamanan," lanjutnya.

Darwin menambahkan, Kementerian ESDM tetap berusaha agar jangan sampai Freeport berhenti beroperasi. Selain itu, pihaknya juga berharap jangan sampai ada gangguan atau pencemaran lingkungan yang terjadi jika tambang tersebut nantinya berhenti bekerja.

"Kita concern agar sirkulasi udara, dan juga dam air di sana tidak terganggu, karena itu bisa rusak dan mencemari lingkungan jika tidak di-maintenance," ungkap Darwin.

Permasalahan ketenagakerjaan di Freeport bermula dari perselisihan sistem pengupahan yang akan dituangkan dalam pembaruan PKB 2011-2013. Perundingan yang berlangsung dari 20 Juli sampai 19 Agustus 2011, yang meski telah diperpanjang tujuh hari namun namun tidak menemukan kesepakatan.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads