"Hambatan-hambatan saya lihat tadi sudah diatasi, masalah-masalahnya. Barangkali tinggal pelaksanaannya," kata Boediono usai mendengarkan pemaparan dari Dirut PT Angkasa Pura I tentang proyek Bandara Ngurah Rai di Ruang Tunggu VIP Bandara tersebut, Denpasar, Selasa (11/10/2011).
"Lalu saudara lihat di luar sana sudah menggelinding itu, semua sudah diratakan dengan tanah dan tidak ada masalah terkait pengadaan tanah," kata Wapres merujuk pada sejumlah bagian dari proyek perluasan bandara yang telah dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu merupakan satu dari dua proyek yang sangat dibutuhkan mempengaruhi pembangunan di Bali," ujar dia.
Di tempat yang sama, Dirut AP I Tommy Soetomo mengatakan, perluasan Bandara Ngurah Rai akan menambah kapasitas penumpang menjadi 25 juta per tahun. Saat ini, penumpang pesawat terbang yang hilir mudik di bandara tersebut sebanyak 11 juta per tahun.
"Di Bali ini, kalau Anda lihat dari tahun 2006-2010, itu rata-rata pertumbuhan penumpangnya 15 persen per tahun," katanya.
Sementara jumlah penumpang meningkat, lanjut Tommy, kapasitas bandara makin tidak memadai. Karena itu, terminal internasional yang saat ini mempunyai luas 65 ribu meter persegi akan dipindah ke lokasi baru hasil perluasan dengan luas area 129 ribu meter persegi.
"Nah, untuk terminal domestik yang 13 ribu meter persegi akan menggunakan terminal internasional yang sekarang luasnya 65 ribu meter tadi," katanya menjelaskan proyek bandara senilai Rp 2 triliun itu.
(irw/dnl)










































