Menurutnya perdagangan bebas jika tak disiapkan dengan baik justru menjadi bumerang dan Indonesia bisa kalah dalam perdagangan bebas. Salah satu yang akan mencolok adalah risiko pada merosotnya surplus neraca perdagangan.
"Saya khawatir kalau FTA sudah ditandatangani tapi kita tidak mempersiapkan diri dengan baik tidak melakukan kajian membaca FTA bagaimana implikasi kepada Indonesia, bagaimana membuat diri menjadi kompetetitif, akhirnya pasar kita kalah," katanya di gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat Indonesia harus mempunyai budaya untuk tidak melakukan impor barang yang tidak perlu, dalam rangka free trade agreement," katanya.
Ia mengharapkan para pengusaha agar bisa memanfaatkan free trade agrement untuk memperluas pasar ke negara-negara mitra kita free trade agreement seperti ASEAN maupun China.
"FTA memungkinkan kita memperluas pasar, tapi pada saat kita mempersiapakn diri masuk ke pasar orang, kita juga mesti jaga jangan sampai pasar kita tinggalkan. Akhirnya justru kita tidak bisa menembus ke pasar orang malah pasar kita ditinggalkan lalu diambil orang. Untuk kita khususnya dunia usaha Indonesia memanfaatkan dengan baik," katanya.
Agus pun setuju untuk menjaga kompetisi yang lebih sehat perlu adanya kebijakan pengamanan dalam bentuk kebijakan non tarif barrier.
"Indonesia selain menyiapkan pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar juga harus mempersiapkan aspek non tarif barrier untuk menjaga kompetensi itu selalu sehat," katanya.
(hen/dnl)











































