Impor Kentang Melonjak 60% dalam 3 Bulan Terakhir

Impor Kentang Melonjak 60% dalam 3 Bulan Terakhir

- detikFinance
Rabu, 12 Okt 2011 14:15 WIB
Impor Kentang Melonjak 60% dalam 3 Bulan Terakhir
Jakarta - Keluhan para petani kentang terhadap membanjirnya kentang impor bukan isapan jempol belaka. Badan Karantina Kementerian Pertanian selaku 'penjaga gawang' importasi produk pertanian mengakui volume impor kentang selama 3 bulan terakhir rata-rata naik 60%.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan dalam keadaan normal impor kentang per bulannya hanya sekitar 4.400 ton. Namun belakangan ini jumlahnya meningkat lebih dari 6.000 ton per bulan.

"Mulai Agustus, September, Oktober rata-rata per bulan naik 60% selama 3 bulan terakhir," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan selama ini importasi kentang tak diatur masuk dalam tata niaga. Sehingga siapun bisa mengimpor kentang asalkan sudah mengantongi izin importir umum (IU) dari kementerian perdagangan.

"Mereka masuknya sebagai importir umum, kalau importir umum, karena memang tak diatur tata niaga dibenarkan juga impor," katanya.

Namun ia menggarisbawahi apa yang dilakukan pihaknya adalah melakukan pengamanan teknis terhadap masuknya kentang-kentang impor itu. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit atau hama dan bahan berbahaya yang menempel dari kentang impor.

"Kalau kita mengatur persyaratan teknis soal kesehatan dari produk impor tersebut apakah ada penyakit, cemaran keamanan pangan berbahaya dari residu kimia. Jika importir itu bisa memenuhi maka karantina tak bisa mencegah, kalau tidak pasti kita bisa musnahkan," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor kentang dan bibit kentang selama 6 bulan pertama 2011 saja sudah hampir menyamai realisasi impor di 2010.

Pada semester I-2011 impor kentang dan bibit kentang mencapai US$ 16 juta dengan volume 24.158 ton, padahal impor kentang sepanjang tahun lalu hanya mencapai US$ 17 juta dengan volume 26.929 ton.
(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads