Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Freeport Ramdani Sirait saat ditemui di kantor Freeport, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).
"Kami memang membuka lowongan 1.100 tenaga ahli baru. Kita memiliki program baru, untuk melakukan penambangan bawah tanah," jelas Ramdani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syarat (pelamar) orang Papua atau yang ber-KTP Papua. Ini implementasi rekrutmen kami dalam jangka panjang. Banyak yang kami butuhkan, di kelistrikan atau general helper," tutur Ramdani.
Dikatakan Ramdani, selama ini Freeport lebih banyak mempekerjakan tenaga dari Filipina untuk mengembangkan tambang bawah tanah karena belum ada tenaga ahli Indonesia yang mampu. Namun ke depan Freeport akan merekrut tenaga lokal.
"Selama ini tambang bawah tanah banyak dari Filipina, ekspatriat. Mereka berpengalaman," ujarnya.
(dnl/hen)










































