Hal ini disampaikan oleh Direktur Freeport Sinta Sirait ketika ditemui di kantor Freeport, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).
"Kami serius untuk membangun Papua, dan akan investasi lebih besar. Dengan angka mencapai US$ 16-18,5 miliar hingga tahun 2041," jelas Sinta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang Freeport berencana untuk mengembangkan tambang bawah tanah di Papua karena pada 2016 tambang Grasberg di pegunungan Papua akan berhenti.
Perusahaan tambang emas dan tembaga asal AS ini juga akan membuka lowongan kerja untuk 1.100 tenaga ahli, dengan syarat pelamar harus orang Papua atau yang memiliki KTP berdomisili Papua.
(dnl/dnl)










































