Orang Malaysia Paling Suka Menawar dan Berburu 'Sale'

Orang Malaysia Paling Suka Menawar dan Berburu 'Sale'

- detikFinance
Kamis, 13 Okt 2011 08:16 WIB
Orang Malaysia Paling Suka Menawar dan Berburu Sale
Kuala Lumpur - Penduduk negara mana paling suka mencari barang diskon alias sale? Sebuah survei menunjukkan warga Malaysia paling suka menawar dan berburu sale akibat semakin meningkatnya biaya hidup.

Berdasarkan survei deri Nielsen, lebih dari tiga perempat atau 78% responden online Malaysia mengindikasikan mereka membeli item yang dijual secara sale untuk menghemat belanja rumah tangga.

Negara-negara yang masuk dalam 5 besar soal paling jago mencari sale adalah Turki, Hungaria, Kroasia dan Afrika Selatan. Untuk Turki dan Hungaria persentasenya mencapai 77%, sementara Kroasia dan Afrika Selatan mencapai 76%. Survei Nielsen dilakukan pada 51 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jasa Pengukuran Ritel Nielsen Malaysia, Mukund Tripathi mengatakan, kenaikan harga BBM dan kenaikan biaya hidup secara keseluruhan di negara tersebut membuat konsumen secara aktif mencari jalan untuk merenggangkan uangnya dan mengelola anggaran.

Meluasnya kompetisi diantara hipermarket juga membuat konsumen Malaysia secara konstan 'diundang' berpartisipasi pada sale dan promosi.

"Faktor penarik dari para peritel tidak hanya mengumpankan keinginan konsumen membeli barang-barang pada harga yang lebih murah, tapi juga mendorong mereka menjadi lebih sensitif pada harga-harga," ujarnya, seperti dikutip dari The Star, Kamis (13/10/2011).

Survei Global Online Shopping and Saving Strategies Survey Nielsen dilakukan pada periode 23 Maret hingga 12 April 2011. Survei dilakukan terhadap 25.000 responden internet di 51 negara di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Utara.

Hasil survei juga menunjukkan strategi berhemat populer yang digunakan penduduk Malaysia adalah dengan berbelanja dalam jumlah yang lebih besar (46%), berbelanja pada peritel (45%) dan menggunakan kupon (43%).

"Paket yang lebih besar selalu terlihat sebagai penghematan nilai yang besar bagi konsumen dan mereka masih mengambilnya sebagai opsi," ujar Mukund.

"Baru-baru ini, kami telah melihat beberapa manufaktur telah mengurangi ukuran paketnya namun tetap menjaga harga paket itu (guna menutup biaya produksi), namun itu merupakan kebijakan temporer. Pengurangan paket pada harga yang konstan bukan opsi yang berkesinambungan," tambahnya.

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads