Dalam Seminar Fraksi PDI Perjuangan 'Krisis Ekonomi & Pangan: Peluang atau Ancaman' Puan mengatakan menghadapi krisis ekonomi dan pangan sebaiknya pemerintah memakai rumus ABC.
"Yaitu Akui bahwa di depan kita itu ada krisis ekonomi dan pangan, lalu Berpihaklah kepada ekonomi sektor rill dan pangan dalam neger, dan Canangkan Indonesia yang kuat ekonominya secara nyata dan berdaulat pangan," tutur Puan dalam seminar yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Amerika, banyak rakyat berdemonstrasi di depan bursa Wall Street memprotes sistem keuangan negaranya.
"Food and Agriculture Organization, atau FAO, sudah mengingatkan bahwa harga bahan pangan di dunia terus naik dan yang miskin bisa tambah miskin. Sekali lagi saya tanyakan kepada Anda semua sudahkah kita sadar bahwa krisis ekonomi dan pangan itu ada di depan mata kita?" kata putri Megawati Soekarnoputri ini.
Puan ingin agar Indonesia berdaulat dalam politik dan mandiri dalam ekonomi sehingga lepas dari penjajahan asing dalam bentuk ekonomi yang menurutnya saat ini sedang terjadi.
Ketergantungan Indonesia terhadap asing ini terlihat dari surat utang negara yang diterbitkan pemerintah Indonesia saat ini 60% dikuasai oleh asing. Belum selesai sampai di situ, Indonesia juga masih mengandalkan impor beras dari Thailand dan Vietnam. Menurutnya saat ini pemerintah lebih suka impor daripada meningkatkan produksi.
"Bayangkan saja bila investor asing menarik dananya karena krisis di negara masing-masing. Atau bila Thailand dan Vietnam menghentikan ekspor beras karena di negaranya juga kekurangan. Atau jika kita lebih banyak mengkonsumsi barang impor daripada memproduksi barang lokal," jelas Puan.
"Saya mengajak kita semua untuk menyadari kondisi hari ini dan jangan sampai Indonesia nanti gigit jari," tukas Puan.
(dnl/qom)











































