Pemerintah Rogoh Rp 9 Triliun Kembangkan Kereta Api di 2012

Pemerintah Rogoh Rp 9 Triliun Kembangkan Kereta Api di 2012

- detikFinance
Kamis, 13 Okt 2011 19:50 WIB
Pemerintah Rogoh Rp 9 Triliun Kembangkan Kereta Api di 2012
Jakarta - Pemerintah menyatakan berkomitmen untuk mengembangkan transportasi di dalam negeri, salah satunya lewat pembangunan jalur kereta api. Tahun depan pemerintah menyatakan siap menggelontorkan Rp 9 triliun untuk kereta api, naik 80% dari tahun ini Rp 4,648 triliun.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, berdasarkan kajian Institut Teknologi Bandung (ITB), jika 10% angkutan barang di Pulau Jawa dialihkan ke kereta api maka akan terjadi penghematan akibat overcrowded jalan raya Rp 70 triliun per tahun

"Untuk itu, sudah sepantasnya jika pemerintah memprioritaskan pembangunan sistem jaringan transportasi kereta api, sebagai tulang punggung transportasi nasional di masa datang," jelas Freddy dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (13/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Freddy bertekad agar Indonesia bisa merealisasikan sistem transportasi nasional yang terintegrasi baik moda angkutan darat, laut, udara hingga jaringan kereta api, dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

Jaringan transportasi ini diupayakan agar di tahun-tahun mendatang, moda transportasi sebagai sarana mobilitas publik, bisa terintegrasi, baik secara regional maupun skala nasional.

Di 2013, jalur ganda prasarana kereta api lintas utara Jawa dengan nilai proyek Rp 8 triliun, diharapkan bisa rampung.

"Seluruh pemangku kepentingan di sektor perhubungan harus berkomitmen merealisasikan program sistem transportasi nasional, sehingga pada tiga tahun mendatang akan terjadi integrasi antar moda," kata Freddy.

Freddy mengajak semua pemangku kepentingan transportasi bisa bersinergi dan tidak mementingkan ego sektoral atau sibuk mempertentangkan konsep dan strategi.

Dikatakan Freddy, pada periode jangka pendek pembangunan jalur ganda kereta api di lintas utara Jawa menjadi penting karena mampu mengangkut barang dan jasa dalam kapasitas hingga ratusan juta ton per tahun.

"Jumlah ini hanya bisa ditandingkan oleh kapal laut. Tidak itu saja, angkutan kereta api juga hemat bahan bakar, mengurangi 70% bahan bakar yang diperlukan dan mengurangi 85% polusinya udara," ujar Freddy.

Sedangkan untuk wilayah perkotaan, Freddy mengatakan pemerintah akan mengembangkan transportasi massal berbasis bus rapid transport (BRT).


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads