"Data menunjukkan sekitar 17 juta-an lebih, kebutuhan industri pakan ternak 5 juta kok. Kok mereka mengatakan susah mencari jagung," ujarnya saat ditemui di Expo Nasional Inovasi Perkebunan 2011 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (14/10/2011).
Suswono menilai kelangkaan jagung ini memberikan indikasi ada pemasalahan dalam pendistrubusian hasil produksi jagung. Akibatnya, ada impor jagung yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suswono mengakui hal tersebut karena kurangnya data di pihak Kementerian Pertanian. Untuk itu, pihaknya meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendata semua produksi dan konsumsi komoditas pertanian agar tidak lagi terjadi perdebatan terkait impor.
"Kita sedang meminta data yang lebih valid lagi kaitan dengan data konsumsi dan data produksi supaya tidak lagi menjadi perdebatan. Saya sendiri menginginkan apa adanya data, kalau memang produksi kita kurang ya berapa kurangnya," pungkasnya.
(nia/dnl)










































