Bermimpi Dari Ketua HIPMI, Anak MS Hidayat Ingin Jadi Menteri Juga

Bermimpi Dari Ketua HIPMI, Anak MS Hidayat Ingin Jadi Menteri Juga

- detikFinance
Minggu, 16 Okt 2011 16:10 WIB
Bermimpi Dari Ketua HIPMI, Anak MS Hidayat Ingin Jadi Menteri Juga
Jakarta - Berawal dari mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ariful Yaqin Hidayat yang juga dikenal dengan sebutan Erik Hidayat bermimpi mengalahkan pencapaian sang ayah MS Hidayat yang berhasil menjadi Menteri Perindustrian.

"Saya melihat HIPMI ini dari ayah saya, saya pikir ternyata dari HIPMI bisa juga jadi menteri. Nah nanti apakah bisa mengalahkan beliau atau menyamakan beliau, itu keinginan saya," ujarnya kepada wartawan di Capital Resident, Jakarta, Minggu (16/10/2011).

Erik sendiri menyatakan ingin maju dalam ajang pemilihan Calon Ketua Umum HIPMI karena berniat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam himpunan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat ke depan perlu ada perbaikan-perbaikan dan kelengkapan-kelengkapan. HIPMI di bawah Erwin Aksa membawa level paling tinggi, ini yang harus diteruskan," ujarnya.

Menurut Erik, upaya perbaikan yang akan dilakukannya dalam HIPMI adalah memperbaiki sinergitas dan konektivitas sesama anggota HIPMI di seluruh Indonesia.

"Program HIPMI Connection, pertama, perbaikan sistem databased ini yang belum ada antar BPD (Badan Pengurus Daerah). Ini akan internet nanti akan ada. Kita buat forum komunikasi bisnis, sekarang sudah ada tapi belum optimal. Kita tidak ingin kumpul-kumpul lalu bubar, tapi bisa mengembangkan usahanya, diskusi bisnis," paparnya.

Dengan demikian, lanjut Erik, diharapkan HIPMI dapat berkembang dengan adanya kemajuan usaha para anggotanya.

"Kita ingin mencetak pengusaha-pengusaha baru dari kalangan mahasiswa dengan cara mentorship. Kalau 40 ribu (anggota HIPMI) ini sudah terkoneksi kita ingin menumbuhkan mengembangkan dari UKM ke kelas menengah. Ini yang kita harapkan menopang pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya.

Erik mengaku dalam mengembangkan dirinya baik di bisnis maupun organisasi, tidak ada campur tangan sang ayah. Meskipun dia selalu meminta izin kepada keluarga atas segala yang dilakukannya.

"Dukungan keluarga wajib buat saya, sebelum pergi saya minta izin dari keluarga dan istri, saya minta dukungan. Kalau organisasi itu yang saya pandan beliau (MS Hidayat). Walaupun ketika saya cerita jawabannya hanya hmm..hmmm..tapi ketika melihat saya mulai aktif, beliau mulai nanya, dukungannya gak ada, semua proses itu, restu beliau sudah cukup," tegasnya.


(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads