"Tidak ada yang aneh dari panggilan tadi, sekitar pukul 12.00 WIB saya dipanggil Pak Sudi (Mensesneg) untuk menghadap Presiden SBY," ujar Widagdo ketika dihubungi detikFinance, Minggu (16/10/2011).
Pria kelahiran Magelang, 16 September 1951 ini mengatakan dirinya siap untuk menjadi Wakil Menteri ESDM. Pandangannya soal energi di Indonesia telah dia tuangkan dalam bukunya yang berjudul 'Migas dan Energi di Indonesia'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, besok akan menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. "Jadi saya besok masih harus tes kesehatan dulu," kata Pria.
Widjajono termasuk satu dari 3 calon wamen yang dipanggil audisi oleh Presiden SBY di Istana Presiden, Jakarta, Minggu (16/10/2011). Selain Widjajono, 2 wamen lain yang dipanggil adalah Staf Khusus Presiden bidang Hukum dan Pemberantasan KKN, Denny Indrayana yang akan menjadi wakil MenkumHam dan Prof Nazaruddin Umar yang akan menjadi Wamen Agama.
Kedatangan Widjajono di Istana Presiden cukup 'berbeda'. Berbatik merah dan rambut gondrong plus tas selempang, kedatangan Widjajono nyaris tak dikenali wartawan. Namun pria yang tutur bicaranya sangat polos ini kemudian bersapa dengan wartawan setelah menghadap presiden.
Ia menggelar jumpa pers di halaman parkir yang disulap menjadi tempat konferensi pers. Widjajono menggelar konferensi pers bersama dengan Nazaruddin dan Denny.
"Saya ditunjuk sebagai Wakil Menteri ESDM. Sebelumnya saya guru besar di ITB dan duduk di Dewan Energi Nasional," tutup Widjajono dalam jumpa pers di Istana.
Widjajono, kelahiran Magelang merupakan dosen sekaligus Guru Besar Program Studi Teknik Perminyakan ITB. Alumnus Teknik Perminyakan ITB ini merupakan teman kuliah satu angkatan dengan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Menurut data yang dikutip dari ITB, Widjajono tercatat pernah tergabung sebagai Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Penasehat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas), serta Kaukus Migas Nasional Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).
Hingga saat ini, Widjajono telah menulis dua buah buku yakni Memahami Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002).
(dnl/qom)










































