Akibat utang yang belum dibayar itu, Merpati tidak lagi mendapatkan pasokan avtur dari Pertamina sejak Sabtu (15/10/2011) dini hari hingga hari ini.
Demikian disampaikan VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun kepada detikFinance yang ditemui di acara World Renewable Energy Congress, Nusa Dua, Bali, Senin (17/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun mengaku sampai saat ini belum ada pertemuan khusus antara pihak Pertamina dan Merpati. "Kita tunggu dari mereka, harusnya yang aktif mereka (Merpati) dong. Kenapa kita yang harus aktif, mereka kan yang utang," ungkap Harun.
Demikian pula dari pihak Kementerian BUMN belum membantu proses mediasinya. "Dari BUMN, kita bleum ada mediasi, semoga hari ini siang nanti ada panggilan ke sana," tuturnya.
Namun Harun menegaskan penghentian pasokan avtur ke Merpati hanya dilakukan di 2 bandara yakni Bandara Djuanda Surabaya dan Bandara Hasanuddin Makassar.
"Kita tidak akan memperluas pemberhentian pasokan ke bandara lain. Sampai saat ini kan hanya yang di Makassar dan di Surabaya. Yang pasti, kita ingin kondisinya menjadi lebih baik. Jadi kita ingin mereka juga baik-baik," lanjutnya.
Seperti diketahui, Pertamina sudah menghentikan pasokan Avtur untuk Merpati di 2 bandara tersebut sejak Sabtu (15/10/2011) dini hari. Atas berhentinya pasokan avtur tersebut, Merpati berpotensi rugi Rp 2,5 miliar. P
Sejak dihentikannya pasokan bahan bakar, penerbangan Merpati sedikit terganggu. Bahkan, sebanyak empat pesawat Merpati tidak bisa beroperasi.
Direktur Utama Merpati Sardjono Johny Tjitrokusumo sebelumnya mengatakan, utang Merpati kepada Pertamina sebanyak Rp 275 miliar tersebut merupakan utang masa lalu. Bahkan, utang tersebut sudah dijamin oleh pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Merpati akan membayar utang tersebut jika dana bantuan dari pemerintah sudah cair.
Sementara Harun melihat sejauh ini tidak ada itikad baik dari manajemen Merpati. Bahkan maskapai perintis itu dinilainya telah mempolitisir masalah business to business. Tidak adanya itikad baik dari manajemen Merpati itulah yang akhirnya membuat Pertamina memutuskan meneruskan penghentian pasokan avtur.
(nrs/qom)










































