Ini Permintaan Pengusaha Ke Gita Wirjawan

Ini Permintaan Pengusaha Ke Gita Wirjawan

- detikFinance
Senin, 17 Okt 2011 15:15 WIB
Ini Permintaan Pengusaha Ke Gita Wirjawan
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan terpilih menjadi menteri perdagangan. Kalangan pengusaha berharap banyak kepada Gita untuk melakukan perbaikan di sektor yang ditinggali oleh Mari Pangestu itu.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi,dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan selama ini kementerian perdagangan di tangan Mari Pangestu belum sepenuhnya mengembangkan pasar domestik. Ia berharap, Gita Wirjawan bisa menambal kelemahan tersebut.

"Pada menteri perdangan yang baru, pasar domestik mesti dijaga. Pasar internasional memang penting, tapi lebih penting menjaga pasar dalam negeri," tegas Natsir kepada detikFinance, Senin (17/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natsir mengingatkan pentingnya menjaga pasar dalam negeri terutama dari serbuan produk impor. Ia berharap menteri perdagangan yang baru tidak hanya terpaku pada mengejar posisi Indonesia yang patuh dengan dunia internasional namun pasar dalam negeri terabaikan.

"Kalau kita normatif patuh dengan WTO, tapi harus juga melihat pasar dalam negeri. Kita mencari regulasi yang bisa memproteksi pasar dalam negeri. Semua negara begitu," katanya.

Ia pun mengingatkan Gita Wirjawan harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan kalangan pengusaha. Selama ini kementerian perdagangan belum optimal melakukan komunikasi. Natsir pun berharap koordinasi menteri perdagangan yang baru dengan kementerian teknis seperti pertanian dan perindustrian harus lebih baik.

"Sesama kementerian koordinasi harus jalan. Selama ini jangan kan antar departemen kita Kadin saja nggak diajak bicara, misalnya soal rotan, sebenarnya ada solusinya," katanya.

Dikatakannya ia berharap menteri perdagangan yang baru bisa melakukan penyegaran di tubuh kementerian perdagangan. Bawahan menteri langsung di tingkat eselon I harus bisa menyesuaikan dengan cepat tuntutan kinerja seperti bidang perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri.

"Kedepannya ada soal reposisi, dirjen luar negeri dan dalam negeri, yang bisa mem-back up, selama ini lebih banyak tunggu perintah bos,"katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads