Hal ini disampaikan oleh Komisaris Utama Merpati Said Didu kepada detikFinance, Senin (17/10/2011).
"Penghentian avtur tersebut adalah dampak dari ketidaksehatan finansial Merpati yang belum diselesaikan secara tuntas," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini mengatakan, harus ada langkah dari pemegang saham untuk menyelesaikan utang-utang Merpati tersebut.
"Langkah yang dilakukan adalah melalui suntikan modal dan penyelesaian utang ke BUMN dan utang Merpati ke pemerintah," ujarnya.
Seperti diketahui, Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Hasanuddin Makassar. Jumlah utang Merpati ke Pertamina dari 2006 sampai sekarang mencapai Rp 550 miliar.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar mengungkapkan Merpati mempunyai utang ke Garuda sebesar Rp 330 miliar.
(dnl/ang)










































