Untuk Tekan Tunggakan, AKKI Buat Negative List Sharing

Untuk Tekan Tunggakan, AKKI Buat Negative List Sharing

- detikFinance
Senin, 12 Jul 2004 11:59 WIB
Jakarta - Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) akan membuat negative list sharing pada bulan ini untuk menekan angka tunggakan. Diharapkan 20 bank yang tergabung dalam asosiasi ini dapat bergabung untuk membentuk negative list sharing tersebut."Semua kita share ke bank. Jadi mereka bisa saling mengakses sehingga tahu ada yang macet di satu pihak," kata Ketua AKKI Budi Setiawan di Hotel Shangri-la, Jakarta, Senin (12/7/2004). Dia menilai keberadaan negative list ini sangat penting mengingat cukup besarnya angka tunggakan yang masuk ke dalam credit list dalam kartu kredit. "Diharapkan adanya negative list mampu menekan angka tunggakan sehingga bank semakin berani emlakukan penetrasi. Sekarang mereka masih hati-hati karena tidak ditunjang oleh prasarana," ujarnya. Dia menjelaskan dari 20 anggota AKKI, 17 bank sudah bersedia untuk membuat negatif list. Hanya tiga pihak, Citibank, Dinners Club dan Bukopin yang belum secara resmi menyatakan kesediaanya.BI sebelumnya berencana membuat biro informasi kredit yang berisi data-data mengenai status kredit seorang nasabah, termasyk juga nasabah kartu kredit. Biro ini akan menjadi informasi bagi seluruh pihak apakah seseroang nasabah mempunyai tunggakan atau tidak. Tentang keberdaaan biro informasi itu, Budi mengatakan, jika nanti betul-betul terbentuk maka negatif list AKKI bisa dimerger atau tetap berdiri sendiri."Bisa saja berdiri sendiri karena di luar negeri, biro informasi kredit cukup banyak. Kalau menunggu biro kredit dari BI cukup lama karena perlu waktu akibat mencakup seluruh kredit. Makanya inisiatifnya kita bentuk dulu," kata Budi.Sementara mengenai fraud risk, Budi menjelaskan, resiko yang berkaitan dengan sindikat kejahatan, pihaknya akan minta dukungan dari BI agar segera menyusun UU kartu kredit. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads