"Pemimpin muda itu harus lebih cepat lebih baik, jangan lebih lama lebih baik seperti sekarang ini. Dengan menipisnya anggaran pembangunan, pengusaha muda harus kreatif, jangan main calo seperti Nazaruddin, semua yang ada di ruangan ini sepakat untuk tak memakai lagi sistem calo," katanya.
Menurutnya sistem calo yang kerap dilakukan pengusaha nakal merusak tatanan yang sudah ada. Selain itu, sistem percaloan semakin memperkuat pengusaha lokal masih bergantung dari kucuran anggaran APBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berpesan pada para pengusaha muda anggota HIPMI agar tidak menjadikan organisasi HIPMI sebagai tangga ke dunia politik praktis.
"HIPMI jangan jadi tangga untuk jadi anggota DPR, fokus dulu di bisnis baru berpikir ke yang lain, jangan berpikir karena ada reshuffle atau kursi gubernur kosong, lalu mau beralih ke politik, apabila anda ingin jadi pemimpin yang lebih tinggi, syaratnya sukses dulu di bidang usaha, bagaimana mau pimpin sebuah negara jika memimpin 50 orang di dunia usaha saja gagal," pungkas JK.
JK juga meminta para peserta Munas HIPMI agar menghindari politik uang dalam proses pemilihan Ketua Umum HIPMI. Para kandidat, menurut JK, harus menang dengan menjunjung tinggi harga diri, bukan mengandalkan uang miliknya atau perusahaannya.
"Kerusakan sistem nasional kita karena orang lebih percaya uang dibanding amanah, hentikan budaya ini! Kalau anda terpilih karena uang, negeri jadi milik kaum kapitalis, pemimpin hanya milik orang yang punya uang, semua kandidat harus tutup kasnya malam ini," tegas JK.
(hen/dnl)











































