"Saya cuti, karena kabinet lagi disusun. Mau pergi ke Eropa dan pulang tanggal 21 (Oktober). Namun kena cekal, bagasi ditarik lagi dari pesawat," jelas Dahlan di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
Ia menambahkan, saat menantikan pesawat mengudara teleponnya berdering. Ternyata pihak istana yang menghubungi, meski tidak disebut siapa individu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah untuk menggantikan Mustafa Abubakar pun tidak kuasa ia tolak. Karena Dahlan menganggap Presiden merupakan merupakan kepala negara. Dan Dahlan cinta mengaku sangat mencintai negaranya.
"Seperti orang Tiongkok, Ai Kwok atau Cinta Negara. Kalau sudah dicap, maka seperti kiamat. Kalau tidak terima perintah, maka tidak cinta negara," imbuhnya.
Ia juga mengaku, saat tidak berkinerja baik Presiden kapan pun bisa mendepaknya.
(wep/dnl)










































