"Ya kalau boleh pakai mobil pribadi dan tidak tinggal di rumah dinas," sahut Dahlan di kantor pusat PLN, Jakarta, Selassa (18/10/2011) malam.
Selama menjabat sebagai Dirut PLN, Dahlan memang memakai kendaraan pribadinya berplat nomor L 1 JP. Ia juga tinggal di apartemen, bukan rumah residensial layaknya beberapa Dirut perusahaan plat merah. Bahkan Dahlan bergurau, menggelar jumpa pers di rumah rasanya tidak akan mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berpindah kantor dari Kebayoran Baru ke Merdeka Selatan, Dahlan pun harus memetakan ulang rute jalan sehatnya. Selama di PLN, ia acap kali berolahraga di sekitar kantor dengan suasana rindang karena banyak pohon besar berdiri.
Nah, jika telah ngantor di Merdeka Selatan ia agak khawatir jadwal olahraganya terganggu. "Di sana, pas mau jalan sehat mobil banyak banget. Kalau banyak polusi, sama saja. Kalau disana saya lewat jalan kecil-kecil, supaya ngga kena knalpot," ucapnya.
Dahlan Iskan, kelahiran Magetan, Jawa Timur 17 Agustus 1951 itu dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Menteri BUMN. Dahlan yang kini masih menjabat sebagai Dirut PLN itu dikenal sebagai pribadi yang suka melucu dan pekerja keras.
Saat dipanggil Presiden SBY, Dahlan mengaku sebenarnya ingin bertahan di PLN. Selain faktor kesehatannya, Dahlan mengaku ingin bertahan di PLN karena BUMN tersebut sedang semangat mereformasi dirinya.
Dahlan yang merupakan pemilik Jawa Pos Grup juga dikenal karena transplantasi hati yang sukses. Dahlan menderita hepatitis B sehingga dia melakukan transplantasi hati.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, per tanggal 30 Maret 2010, total harta kekayan Dahlan Iskan mencapai 151.175.622.274.
(wep/qom)










































