"Pada situasi sekarang, keadaan pangan secara umum di Indonesia masih mengimbangi pertambahan penduduknya, meskipun pas-pasan. Oleh karena itu kondisi pangan kita masih mengalami kerawanan," katanya dalam sambutam di acara peresmian puncak Hari Pangan Sedunia XXXI di Lapangan Badan Pusat Informasi Jagung Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (20/10/2011).
Boediono menambahkan situasi pangan di Indonesia belum aman, apalagi penduduk Indonesia terus bertambah. Bila tidak serius atasi masalah pangan ini, Indonesia bisa rawan pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, imbuhnya, Tuhan telah menganugerahi Indonesia dengan modal, seperti lahan dan sumber daya alam lainnya. Kuncinya, adalah bagaimana mengelola sumber daya alam lebih baik dan produktif.
Pemerintah telah berupaya meningkatkan ketersediaan pangan pada prioritas yang sangat tinggi. Indonesia harus aman dari kerawanan pangan.
"Indonesia harus aman di bidang pangan, sekarang dan seterusnya di waktu mendatang. Risikonya terlalu besar apabila kita puas dengan keadaan pangan yang pas-pasan, karena itu berarti kita akan selalu dihantui kerawanan pangan, kerawanan ekonomi dan sosial," tegas Boediono.
Dalam acara ini Boediono juga menyerahkan penghargaan bagi pemenang Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi dan Seimbang Berbasis Sumber Daya Lokal, yang dimenangkan PKK Kota Solok Sumbar.
Ia juga menyerahkan bantuan Rp 7,1 miliar pada gabungan 71 kelompok tani di Gorontalo, menyerahkan 7 juta bibit dari Kementerian kehutanan dan alat-alat pertanian ke petani Gorontalo. Boediono dan istri Herawati juga menebar bibit bayam di Rumah Pangan Lestari.
(nwk/hen)










































