Hal ini disampaikan Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis di kantornya, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
"Listrik telah diminati, dan mix asing ataupun lokal masuk. Harus banyak proyek pembangunan listrik, atau infratruktur ke depan, hingga akan mengundang industri lain karena adanya ketersediaan listrik," kata Lubis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan berpusat di Jawa saja. Dengan demikian kan hilirisasi di luar Jawa akan banyak. Sampai saat ini ada di Bali, Sulawesi, Jawa. PMA, PMDN masuk listrik, karena kan memang di 2014 ga ada ekspor raw meterial," tuturnya.
Pekerjaan rumah infrastruktur juga disoroti oleh Ekonom dan Pengamat Perbankan Mirza Adityaswara. Menurutnya, investor dari manapun asalnya, penting untuk menganalisa ketersediaan listrik jika mereka berminat untuk membangun industri di dalam negeri.
"Mereka masih melihat ketersediaan infrastruktur, jalan, pelabuhan, kapasitas keret api, perizinan gimana," tambah Mirza.
Selain PR infrastruktur dan perizinan, BKPM pun mengaku, korupsi masih menjadi momok buruk investasi. Namun dengan pembenahan yang telah dilakukan pemerintah, Lubis yakin peningkatan investasi dapat terus terjadi.
"Korupsi, tapi kalau lihat tren ke depan, ada perbaikan. lagi pula investasi ini kan jangka panjang. Mereka lihat 5-10 tahun Indonesia. Kalau mereka yakin, akan masuk sekarang. Karena investor juga akan memproduksi 3-4 tahun lagi, dan listrik sudah tersedia," tegas Lubis.
Seperti diketahui, realisasi investasi hingga triwulan III-2011 mencapai Rp 181 triliun, naik 20,9% dari periode yang sama tahun lalu Rp 149,6 triliun. Namun khusus di triwulan III saja realisasi investasi mencapai Rp 65,4 triliun, atau naik 15,3% dari triwulan III tahun lalu.
(dnl/ang)










































