Demikian disampaikan Dirut Bulog, Soetarto Alimoeso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
"Dalam pengadaan beras. Dari sisi impor, kita mendapatkan harga jauh lebih murah, maka efisiensi bisa dilakukan. Harga beli kita itu selisih dengan HPP (Harga Pokok Pembelian) dalam negeri sudah lebih dari Rp 1.000/Kg," kata Soetarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asal tidak ada penambahan beban di APBN. Maka ada cara juga kita beli beras Impor sesuai ketentuan," tuturnya.
Sampai Oktober ini, realisasi operasi pasar Bulog itu sudah mencapai 218.000 ton. Padahal di 2009 itu hanya mencapai 44.000 ton.
"Pengadaan beras dalam negeri saat ini juga sudah mencapai 1,6 juta ton termasuk pengadaan komersial. Di mana pengadaan komersial mencapai 184.000 ton," tutur Soetarto.
(dru/dnl)











































