Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukkan kenaikan permintaan rumah tangga terhadap barang elektronik yang tumbuh meningkat 9,5% (yoy) dibandingkan akhir triwulan II 2011 (2,6% yoy).
"Selain itu, penjualan mobil dan motor bekas kemarin saja menjelang lebaran juga mengalami peningkatan. Pada Agustus 2011, peningkatan penjualan mobil bekas mencapai 20%, sementara motor bekas mencapai 50% dibandingkan bulan-bulan biasa," ungkap Peneliti Ekonomi Utama Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Darsono dalam penjelasannya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demikian pula untuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang mencatat nilai transaksi hingga Rp 3,7 triliun atau lebih tinggi 19,4% dari tahun sebelumnya," paparnya.
Dalam penjelasannya, Darsono menyebutkan tren penyaluran kredit bank di Jakarta sejak akhir 2010 hingga Juli 2011, konsisten tetap tumbuh tinggi lebih dari 20% (yoy). Berdasarkan hasil riset Colliers International, penambahan pasokan properti juga cepat terserap.
"Peningkatan akumulasi pasokan properti perkantoran diiringi dengan tingkat sewa yang mencapai 92,8%. Demikian pula tingkat sewa untuk apartemen rental dan retail, masing-masing tercatat pertumbuhan yang mencapai 76,2% dan 86,6%. Tingginya permintaan ini mendorong pemilik meningkatkan biaya sewa hingga 11% dibandingkan tahun lalu," jelas Darsono.
Di DKI, kredit konsumsi relatif tumbuh sebesar 19,1% dengan baki debet sebesar Rp 211,9 triliun, dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai pertumbuhan 21,9%. Demikian pula Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat mencapai 17,6% (yoy) atau mencapai Rp 1.225,58 triliun.
"Dari sisi kualitas kredit yang disalurkan, rasio kredit bermasalah di Jakarta relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,5% yang tetap berada dalam batas aman," tuturnya.
(dru/ang)











































