Mobil Bekas di Jakarta Laris Manis

Mobil Bekas di Jakarta Laris Manis

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2011 14:23 WIB
Mobil Bekas di Jakarta Laris Manis
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hingga triwulan III-2011 penjualan mobil dan motor bekas khusus wilayah DKI Jakarta terus meningkat. Tidak hanya itu, di ibukota ini permintaan akan produk rumah tangga dan elektronik pun cukup tinggi.

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukkan kenaikan permintaan rumah tangga terhadap barang elektronik yang tumbuh meningkat 9,5% (yoy) dibandingkan akhir triwulan II 2011 (2,6% yoy).

"Selain itu, penjualan mobil dan motor bekas kemarin saja menjelang lebaran juga mengalami peningkatan. Pada Agustus 2011, peningkatan penjualan mobil bekas mencapai 20%, sementara motor bekas mencapai 50% dibandingkan bulan-bulan biasa," ungkap Peneliti Ekonomi Utama Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Darsono dalam penjelasannya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan, DKI Jakarta memberikan kontribusi besar dalam realisasi konsumsi di Indonesia. Indikasi lainnya, sambung Darsono juga terlihat pada nilai transaksi selama Jakarta Great Sale (JGS) 2011 mencapai Rp 8,7 triliun yang tumbuh 20,8% dibanding tahun lalu, bahkan melebihi target awal.

"Demikian pula untuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang mencatat nilai transaksi hingga Rp 3,7 triliun atau lebih tinggi 19,4% dari tahun sebelumnya," paparnya.

Dalam penjelasannya, Darsono menyebutkan tren penyaluran kredit bank di Jakarta sejak akhir 2010 hingga Juli 2011, konsisten tetap tumbuh tinggi lebih dari 20% (yoy). Berdasarkan hasil riset Colliers International, penambahan pasokan properti juga cepat terserap.

"Peningkatan akumulasi pasokan properti perkantoran diiringi dengan tingkat sewa yang mencapai 92,8%. Demikian pula tingkat sewa untuk apartemen rental dan retail, masing-masing tercatat pertumbuhan yang mencapai 76,2% dan 86,6%. Tingginya permintaan ini mendorong pemilik meningkatkan biaya sewa hingga 11% dibandingkan tahun lalu," jelas Darsono.

Di DKI, kredit konsumsi relatif tumbuh sebesar 19,1% dengan baki debet sebesar Rp 211,9 triliun, dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai pertumbuhan 21,9%. Demikian pula Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat mencapai 17,6% (yoy) atau mencapai Rp 1.225,58 triliun.

"Dari sisi kualitas kredit yang disalurkan, rasio kredit bermasalah di Jakarta relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,5% yang tetap berada dalam batas aman," tuturnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads