Realisasi Kuota Impor Sapi Bakal Meleset

Realisasi Kuota Impor Sapi Bakal Meleset

- detikFinance
Minggu, 23 Okt 2011 11:52 WIB
Realisasi Kuota Impor Sapi Bakal Meleset
Jakarta - Realisasi impor sapi hingga akhir tahun 2011 diperkirakan hanya mencapai 500.000 ekor. Proyeksi realisasi itu jauh di bawah kuota impor yang ditetapkan pemerintah di 2011, sebanyak 600.000 ekor.

Melesetnya realisasi tersebut tak lepas dari penghentian ekspor sapi hidup dari pemasok sapi utama, yaitu Austalia beberapa waktu lalu. Secara langsung, kondisi ini menjadi pertanda baik bagi sektor peternakan di dalam negeri, karena sapi lokal semakin terserap lebih banyak.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan, hingga Oktober ini realisai impor sapi hidup baru mencapai 400.000 ekor. Angka itu termasuk 130.000 ekor yang sudah dimasukan ke Indonesia pasca penghentian ekspor sapi dari Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai sekarang 400.000 ekor, sampai Desember saya perkirakan ada 500.000 ekor, itu memang masih di bawah kuota 600.000, karena penghentian ekspor dari Australia kemarin sempat terganggu," katanya kepada detikFinance, Minggu (23/10/2011).

Menurutnya, realisasi impor sapi hidup tahun ini memang termasuk periode yang paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun meski tak sesuai kuota, ia menjamin pasokan daging di dalam negeri tak terganggu.

Joni menuturkan tak sesuainya realisasi impor dari kuota, juga menunjukan bahwa perhitungan pasokan dan kebutuhan sapi sebelumnya yang dilakukan pemerintah, belum berjalan baik.

Dikatakannya, pasca penghentian ekspor sapi dari Australia, setidaknya sudah ada 40 rumah potong hewan (RPH) di dalam negeri yang sudah diaudit. Hasilnya hingga kini sudah ada 20 RPH yang sudah boleh beroperasi melakukan pemotongan sapi Australia sementara sisanya masih menunggu hasil audit.

"Mudah-mudahan tahun 2012 normal kembali. Artinya kalau diberikan kuota 600.000, kita siap realisasikan semuanya," katanya.

Mengenai adanya upaya pengetatan ekspor sapi dari Australia mulai tahun depan, Jino tak terlalu khawatir. Alasannya, Indonesia sudah siap dengan RPH yang sudah diaudit. Pemerintah Australia pun memang kesulitan memasarkan sapi mereka di luar pasar Indonesia.

"Mana ada berani melakukan pengetatan, melarang hanya satu bulan. Yang saya tahu mereka melakukan syarat yang diberlakukan ke Indonesia, diterapkan ke semua negara akan diberlakukan termasuk kaidah animal welfare," katanya.

Pemerintah Australia akan melakukan pengetatan ekspor produk ternak mereka termasuk sapi. Rencananya sebanyak 75% dari industri akan menerapkan aturan baru ini pada Februari tahun depan dan sisanya pada akhir 2012. Industri ekspor ternak sapi Australia bernilai AUS$ 1,14 miliar (US$ 1,16 miliar) pada tahun 2010. Indonesia merupakan pasar terbesar Australia dengan nilai ekspor mencapai US$ 320 juta.


(hen/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads